pesantren yang ku inginkan berujung keluar

Setelah lulus SD, aku masuk pesantren
 nama pesantrennya adalah pondok pesantren Al karimiyah. Hari pertama aku masuk asrama disana semua yang ku lakukan di kerjakan bersama- sama dengan teman, tidur bareng, makan bareng, semua serba bersama-sama. 
    Minggu pertama aku bahagia aku mulai punya teman baru ya walaupun dikit, dan orang tua ku menjenguk ku selama dua minggu sekali untuk melepaskan rasa rindu aku. Tapi lama kelamaan bukan nya fokus belajar malah kepikiran orang tua dan aku disana tidak tenang karena selalu mikirin orang tua aku rindu di marahi orang tua, aku rindu melakukan aktivasi berasama orang tua semua aku rindukan. 
    Minggu kedua aku sudah mulai ada kunjungan aku selalu menanti ke hadiran orang tua aku saat orang tua ku hadir mengunjungi ku aku sangat senang akhirnya aku bisa bertemu orang tua walaupun cuma sebentar itu sudah lebih dari cukup, tapi suatu saat aku pernah merasakan saat minggu kedua datang lagi orang tua ku tidak datang aku panik tapi yang datang mengunjungi ku itu bukan orang tua ku tapi tante dan om aku disitu aku merasa sedih " kenapa yang datang bukan orang tua ku? " dan di saat om dan tante ku mengunjungi ku aku sedikit merasa sedih dan disaat itu aku video call orang tua ku aku di situ tidak bisa nahan air mata tapi aku tahan aku tidak mau kelihatan sedih di depan orang tua ku dan tante, om ku aku tidak ingin mereka merasa sedih juga cukup aku yang merasakan itu semua. 
    Hari- Hari selanjutnya aku jalankan seperti biasa aku harus kuat buat mengahadapi apapun sendiri tanpa orang tua tapi lama kelamaan aku merasa seperti selalu di bully sama teman, selalu di kasih hukuman padahal aku udah ngelakuin semua dengan baik tapi tetap saja semua itu bikin aku tambah tidak betah. Ada juga suatu saat aku lagi ingin bergabung nonton film diaula, tapi aku malah di marahin sama teman aku aku tidak di kasih tempat duduk sekecil apapun akhirnya aku balik ke kamar dan menemui teman ku yang ada di kamar di situ aku nangis karena aku udah tidak kuat aku mutusin buat bunuh diri tapi semua itu di tahan sama senior ku. aku di tenangin di situ dan akhirnya aku tenang dan aku di suruh untuk tidur dan sampai 6 bulan di sana akhirnya ada liburan semester aku seneng bisa pulang saat pulang aku mutusin buat keluar dari pesantren karena sudah tidak tahan lagi. 

Comments

Popular posts from this blog

punya teman dari China melalui Istragaram

teman dari Thailand

awal mula aku mengenali TF FAMILY