punya teman dari China melalui Istragaram
Awal mula kami berbicara dimulai dengan pesan singkat menggunakan bahasa Mandarin. Aku mencoba membalas dengan kemampuan seadanya, dan ternyata Liang sangat ramah serta sabar ketika aku salah menulis kata. Dari percakapan sederhana itu, kami mulai sering saling mengirim pesan. Seiring waktu, kami berdua beralih menggunakan bahasa Inggris, karena lebih mudah untuk menjelaskan banyak hal tanpa salah paham.
Setiap hari, topik yang paling sering kami bahas adalah tentang TF Family. Liang sangat mengikuti perkembangan mereka, dan aku juga suka sekali membicarakan member-member favorit kami. Kami saling berbagi foto, update terbaru, dan pendapat kami tentang penampilan TF Family. Rasanya seru sekali memiliki teman dari negara lain yang punya hobi sama.
Tanpa terasa, percakapan kami semakin panjang, dan aku mulai mengenal Liang lebih baik. Aku tahu bahwa dia tinggal bersama keluarganya di Chongqing dan suka mendengarkan musik C-pop. Dia juga sering bercerita tentang sekolahnya, cuaca kota Chongqing, dan hal kecil yang membuat harinya menyenangkan. Dari sana, aku merasa seperti bisa melihat kehidupan di China dari sudut pandangnya.
Pada akhirnya, memiliki teman baru seperti Liang menjadi pengalaman yang berharga bagiku. Dari sekadar saling menyapa di Instagram, kami bisa menjadi teman dekat yang saling mendukung dari jauh. Aku belajar banyak hal baru—tentang bahasa, budaya, dan persahabatan yang bisa muncul dari tempat yang tidak terduga. Persahabatan ini membuatku sadar bahwa jarak bukan alasan untuk berhenti berteman, apalagi jika memiliki minat yang sama.
Comments
Post a Comment