Pergi Ke Ancol
Suatu hari tante kudan om ku mengajak ke ancol bersama aku, adikku dan dua sepupuku. Setelah naik mobil, suasana di perjalanan terasa menyenangkan karena kami saling bercanda dan membicarakan rencana kegiatan. Tanpa banyak menunggu, tanteku mengajak kami semua pergi ke Pantai Ancol untuk bermain pasir dan menikmati waktu bersama.
Sesampainya di sana, udara pantai langsung terasa hangat dan angin laut berhembus pelan. Aku dan sepupuku segera mengambil peralatan bermain pasir seperti ember kecil, sekop, dan cetakan pasir. Setelah semuanya siap, kami berlari kecil menuju tepi pantai dengan perasaan penuh semangat. Di sana, kami mulai membuat gundukan pasir, mencari kerang, dan mencoba menggali lubang pasir sedalam mungkin. Aku berusaha menggali lebih dalam, tetapi pada akhirnya aku tidak kuat lagi karena pasirnya semakin berat. Sepupuku kemudian duduk di atas lubang yang sudah aku gali, dan kami semua tertawa melihat tingkahnya.
Setelah puas bermain pasir, kami berjalan-jalan menyusuri pinggir pantai sambil mengumpulkan kerang kecil yang kami temukan. Waktu terasa berjalan cepat, dan tiba-tiba langit mulai berubah menjadi jingga. Saat malam tiba, kami masih berada di pantai. Lampu-lampu dari kejauhan terlihat berkilau di permukaan air laut. Suasananya tenang, tapi entah mengapa aku merasa sedikit takut melihat langit malam yang gelap di atas laut. Rasanya aneh, seperti ada sesuatu yang besar dan tak terlihat di balik gelapnya langit. Meski begitu, aku tetap menikmati momen itu karena aku jarang sekali melihat pantai di malam hari.
Hari itu menjadi pengalaman yang tidak akan aku lupakan. Bermain pasir bersama sepupu, melihat laut saat matahari terbenam, dan merasakan suasana malam yang berbeda membuat hari itu terasa sangat spesial bagiku.
Comments
Post a Comment